Thursday, December 29, 2011

Safari 3

Hari Senin hari cuti bersama, tapi sayangnya susah sekali untuk bisa bertahan di dalam kosan. Tidak entah kenapa, tapi memang begitu hati saya berekecenderungan. Kalau di rumah orang tua saya masih bisa bertahan di rumah, apakah untuk menguras bak kamar mandi*entah hobi atau bagaimana, rasanya selalu gereget dengan kamar mandi yang kotor, bisa juga membakar sampah di halaman, menguras kolam ikan, masak, atau baca buku. Ya…. tapi lagi-lagi biasanya sekalipun cukup lama bertahan tetap saja sore hari saya mengajak anggota keluarga keluar, atau menelpon teman-teman untuk sekedar sharing dan menghabiskan keceriaan jika memungkinkan.

Hari Seninpun sama keadaannya, setelah ngoprek buku, buka laptop bbm etc tapi tetap saja akhirnya saya keluar lalu menginap di rumah Ade, karena sudah lama rasanya tidak mengiyakan ajakannya menginap. Tadinya saya menolak karena Mbk Lili yang dikira datang hari Senin, ternyata eh ternyata datang Selasa dan menginapnya di Hotel.

Sampai di kosan Ade, dan ditunjukan olehnya Fango si Anjing jenis Labrador yang terkulai lemah sedang diinfus, kabarnya kakinya mangalami lumpuh. Lucu juga yah….punya anjing tapi yang saya lihat mereka hanya menjadikannya pajangan saja, terkulai dikandang, terpagari, karena umumnya orang yang memelihara anjing care dengan anjingnya. Yah saya sendiri belum paham maksudnya punya anjing itu bagaimana, karena sejauh pengetahuan saya hingga saat ini anjing merupakan binatang yang dilarang, walaupun di Buku Friend Like Henry, anjinglah yang bisa membantu Henry untuk bisa bangkit seperti manusia normal dari autistiknya. Tapi kalau mau Flashback saya jadi stress sendiri saat masih kecil dulu dikejar-kejar anjing tetangga berkali-kali, pernah juga digigit. Huaaaaa…..

saya suka dengan kosan ade, dilantai 2, peredaran udaranya baik, bisa melihat pemandangan Bandung, bisa merasakan angin dan tidak sumpek. Bangunannya rapih, tegar dan bersih, ada 5 kamar di atas. Si Ade sedang menyetrika baju, tinggal 1 baju saat saya datang. Dia menikmati sekali hari libur di kosan, dengan menyetrika, tv dan bb. Dan saya datang kesana membawa bundel koreksian ujian, karena biasanya kalau sendirian saya merasa sumpek dan tidak bersemangat dalam bekerja. Mudah-mudahan suatu saat nanti saya bisa lebih stabil dan komitmen walaupun kesepian. Mungkin sedikit transisi karena liburan, aktivitas kuliah berkurang, aktivitas yang biasa saya lakukan di luar kampus juga berkurang dan karena satu dan lain hal belum bisa pulang. Padahal masih ada pekerjaan lain yang masih belum selesai namun itu diaaaaa…saya masih merangkak untuk bisa bekerja tanpa melihat wajah-wajah manusia.

Menjelang maghrib anjing jenis Labrador yang terkulai lesu di kandang itu--- mati, beberapa jam saja setelah saya sampai di kosan itu.

0 comments: