Akhir-akhir ini begitu banyak semut di kosan, di rumah dan di Sekolah tapi tidak dengan di Lab. Bukan hanya makanan manis tapi air pun dikerubungi . Semutnya beraneka ragam. Di keran aqua galon semutnya berwarna hitam dan berukuran sedang, di kamar mandi ukurannya besar dan berwarna kemerah-merahan. Di kamar ukurannya kecil, mereka bisa menggapai toples yang menurut saya cukup rekat jika ditutup*Eittss, tapi saya melapisinya lagi dengan tissue
. Lucunya lagi peristiwa beberapa tahun lalu dikosan ini. Teman satu kosan saya Mitha dulu pernah mendapati closet penuh dengan semut setelah ia buang air kecil*padahal sudah disiram. Entah bagaimana saat itu pikirannya terkonsentrasi, Mitha lantas pergi ke dokter untuk memeriksa kadar gula dalam urinenya. Ia khawatir sekali kalau-kalau penyakit diabetes menjangkitinya diusia muda. Alhamdulilah hasilnya negatif.
Apakah ada indikasi agar penghuninya have inquiry to become aware what is happening within?
Komunikasi macam apa yang terjadi diantara mereka? Kerjasama yang sangat hebat, bisa berkomunikasi dan membangun koloni untuk mendapatkan sumber makanan. Dan ini tidak dibutuhkan waktu yang lama, tau-tau makanan sudah penuh dengan semut. Diantara sekitar 7 milyar penduduk dunia saat ini, bagaimana komunikasi untuk membangun suatu peradaban bisa berjalan? Kenyataan akan hal ini sudah barang tentu menjadi kepastian akan kehidupan manusia yang berasal dari Allah.








0 comments:
Post a Comment