Thursday, March 1, 2012

On the way

Di saat jenuh saya ingin menulis sambil berharap kadar kejenuhannya menurun melalui tulisan ini. Seperti gunung-gunung berapi di Pulau Jawa  kata salah seorang mahasiswa geografi yang pernah saya temui bahwa  suatu keuntungan tersendiri jika gunung-gunung itu meletus secara berkala. Ia perlahan mengeluarkan gas yang ada di perutnya ketimbang pada satu waktu tertentu gas tersebut meletus dari akumulasi besar gas-gas yang belum pernah dikeluarkan. Di satu sisi itu adalah reaksi alam atas rancangan pasti-NYA.

Terlepas dari reaksi alam itu sendiri jika melihat kebelakang garis sejarah, bencana alam menjadi satu ajang dalam melakukan seleksi dari sang pencipta untuk mendapatkan bibit-bibit yang benar-benar setia dan memiliki ikatan hati dengan ajaran-NYA. Hal ini dibuktikan dengan dihancurkannya bendungan Ma’rab pada zaman nabi Nuh.

Kadang saya berpikir ditengah hingar bingar kesibukan yang ada  ‘apakah ini sudah benar?’,’apakah ini akan memberikan manfaat yang sebaik-baiknya kehidupan?’ yang saya sendiri masih mencoba mengimprovisasi agar segalanya sesuai dengan standar yang sebenarnya.  Hal-hal yang belum pada proporsi yang semestinya, ditengah hati dan pemikiran yang belum jg bisa menerima, ditengah ketidaktahuan, ditengah kebodohan, ditengah keengganan, keakuan diri, kurang pengorbanan dan berbagai dudut pandang subjektif yang hidup ditengah alam keasadaran saya saat ini.  Hanyalah karunia dari-NYA

Bebeberapa fakta telah diperlihatkan dan memberikan  perubahan yang jauh dari yang selama ini diketahui. Tanggapan-tanggapan, kebiasaan dan pola pikir yang sungguh selama ini telah menjerat hati dan pikiran menjadi kabur, ‘ternyata’. Dan ‘ternyata’ tidak mudah melepaskan budaya yang telah membekas dan menjadi satu karakter. Kelak kedepannya menentukan jalannya garis kehidupan setiap pribadi, bahkan sekelompok pribadi hingga pada akhirnya adalah bangsa. Ketika telah dan ‘mungkin’ masih harus merasakan cepatnya detakan jantung, rasa khawatir, takut, bahkan sesak dada dan pilu hingga tak henti berpikir, harapan terbesar adalah menjadi berada dalam track yang digariskan-NYA, kendati dalam perjalanannya harus menghadapi bermacam-macam isi kepala dan mengerahkan segala hingga membuat diri ini merasa sulit untuk melewati sungai yang membentang dan harus dilewati demi sampai ke seberang.

Karena hidup itu adalah menurut satu pilihan. Melakukan adjustment setelah decision dan alternative untuk mengambil yang satu dan mengorbankan lainnya. Saya baru memahami kata-kata ini, setelah sekian lama, setelah melepas dan membuka maka akan ada yang masuk. Mudah-mudah yang masuk menjadi mengisinya dengan suatu yang bermanfaat dan terbaik menurut-NYA. Bismillah hirahman nir rahim.

-Dalam menyusun titik-titik-

Tuesday, February 21, 2012

Belajar

Di tengah bebukuan, saya menemukan buku kumpulan jurnal komunikasi yang pada bagian sub babnya terdapat bahasan yang cukup baik mengenai “belajar”. Adalah sebagai berikut

“belajar” merupakan sifat kodrati manusia dalam kehidupannya, yang kegiatan tersebut dilakukan semenjak lahir hingga akhir hayatnya. *seperti dijelaskan oleh hadist “belajar dari ayunan hingga liang lahat”

Guthri (1935:3) menjelaskan bahwa belajar pada hakekatnya merupakan sifat jiwa manusia. Ia mengatakan : “The ability to learn, that is to respond differently to a situation because of past response to situation, is what distinguishes those living creatures which commonsense endows with mind. This is the practical description use of the term mind.”

Secara vertikal, dengan belajar akan bertambah ketelitian dalam perbuatan serta bertambahnya informasi tentang upaya yang telah dipelajari (Crow & crow, 1989:275). Hal senada dikemukakan oleh Munn (Gunarso 1973: 103) yang mengatakan bahwa belajar merupakan proses modifikasi, sedikit banyak menetap oleh sesuatu yang terjadi dalam lingkungan manusia, atau oleh hal-hal yang dilakukan oleh apa-apa yang diamati manusia. Secara horizontal, apa yang dipelajari dari proses belajar, diintegrasikan dan diorganisasikan sebagai suatu bagian unit yang berfungsi memperluas dan memperkaya pengalaman (Crow & crow, 1989:275).

Maka berdasarkan uraian yang dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa akibat dari proses belajar, akan timbul berbagai perubahan pada diri orang yang belajar tersebut, seperti perubahan sikap dan tingkah laku, perubahan potensial dan aktual, baik secara kualitatif  maupun kuantitatif. Perubahan tersebut pada prinsipnya adalah didapatkannya kecakapan baru, atau aktivitas yang lebih baik dari sebelumnya, dimana hal tersebut diperoleh dari usaha yang disengaja untuk memperoleh perubahan tersebut. 

Dikutip dari ":

“Peningkatan Peran dan Performan Inovator untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Pedesaan”

"Mediator” Jurnal Komunikasi Vol 2, Nomor 1, 2001.

Saya merasa harus mengurai lagi benang merahnya, walaupun dengan pemahaman sederhana seperti diatas . Apalagi dengan kemampuan menanggapi yang masih kurang seperti ini. Sebenarnya masih banyak pemahaman lain mengenai belajar, hanya pada saat ini baru bisa menuliskan demikian, oleh karena berbagai aral melintang. Mudah-mudahan belajar menjadi sebenar-benarnya belajar. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahnya. Amiiin

Monday, January 30, 2012

Mindfulness

Aftere so much suffering, finally I found about mindfulness. A simple word but greatest

Mindfulness in general means to be fully aware of what you are doing, while you are doing it. This means, for example, that while eating breakfast you would be “mindful” only of the various sensory experiences of eating the food with overwhelming feeling that God has been giving us.  Focus mind, hearts, grateful, the feeling of hope, awake and never stop to realize that every single thing is a “reward” from God.

- Mindfulness is one of psychological perspective

Tuesday, January 17, 2012

:)

Subuh hari ini teman saya Arina Azmal bilang kata yang simple setelah kejatuhannya “kalau kita tidak hebat, kita bikin untuk menjadi hebat”. Sepintas mungkin biasa tapi bagi saya ini luar biasa. Simple thing for fulfilled heart, and I need it more than anything Smile

Sunday, January 15, 2012

Tipping Point

Judul “tipping point” pada postingan kali ini saya ambil dari judul salah satu rangkaian buku Malcolm Gladwell. Psikologi + komunikasi yang membentangkan suatu fenomena-fenomena seperti Hush Puppies bisa menjadi produk unggulan yang sebelumnya bahkan penghuni penjara tidak mau memakainya, Sesame street yang dapat menggugah perhatian anak-anak dalam belajar, kawasan kriminal yang berubah secara eksponensial menjadi lebih baik di Amerika, Berkurangnya angka bunuh diri di Mikronesia dll diungkap dalam buku ini. Bagaimana bisa terjadi?, karakter pelaku seperti apa? dan mungkin pesan moralnya ingin mendorong si pembaca seperti apa. Rentetan sejarah yang boleh jadi memberikan suatu masukan bagi pembaca.

Versi Indonesia seperti yang “Mestakung” oleh Yohanes Surya dengan berpegang pada kejenuhan dan kemudian ledakan berdasarkan Hukum Helmholtz juga mencoba untuk memberikan gambaran bagaimana untuk make it happen then the universe getting you up and, hence let it happen.

Beberapa hari lalu juga saya meyaksikan perdebatan sengit tentang bagaimana inside (otonom) vs outside (common sense) memberikan suatu kesimpulan untuk suatu hasil yang diharapkan bisa bermanfaat dalam suatu penelitian.

Tapi sepertinya ada yang terlupakan dari apa yang tersebut……

–>” inside, outside but   A STANDARD indeed”<-

Kerja keras dari diri sendiri itu ok, tapi jangan lupakan common sense dan the very tapi adalah berpegang teguh pada suatu standar. Dan dalam keberjalanannya standar yang hakiki itulah yang berat untuk ditancapkan  atau didapatkan .

Thursday, January 12, 2012

Prophecy Fulfilled

Seorang teman memberikan masukan bahwa dalam menarik suatu kesimpulan jangan sampai terjadi dengan yang dinamakan Prophecy fulfilled, istilah yang secara simple dapat diartikan sebagai “nubuat/ramalan yang dipenuhi sendiri”. Kemudian, diajukan suatu teori atribusi untuk memberikan suatu harapan untuk penarikan kesimpulan yang seobjektif mungkin.

Pada suatu titik perjalanan mungkin akan didapati suatu kondisi cukup pelik when we are on the system and take a faithfully on it but somehow a curiosity flying in a head then immediately, a bad razor sound came from outside exactly seemingly answering some curiosity. Berada dipersimpangan, seiring sejalan harus mengumpulkan fakta, karena hidup adalah suatu noble price, anugerah dan kesempatan gemilang untuk mememenuhi suatu pilihan didalamnya.

Ketika dihadapkan suatu fakta berbeda, jika ada kecil saja keraguan saya pikir harus terus dicari titik meragukan tersebut, hingga lubangnya tertutup dan kendaraan diatasnya dapat melaju lagi untuk memenuhi satu tujuan akhir. Tapi memang hambatan maupun tantangan kerap datang, entah untuk menguji atau apapun yang kadang memberikan suatu tanya.Dan tidak ingin terpuruk terus menerus, berkutat dalam satu putaran yang diam di tempat.

The truthful, The effort, the hope, and the deepest hope will be  something that I wish on it. So weak on it make me weakest than anything.

Wednesday, January 4, 2012

A Lab Today

IMG02369-20120104-1456

@Laboratory today, during the holiday. Me, Irma, Fajar, Cica, Fuad and Dypta plus a guest ‘Mey FT06. I am trying to get relax for a while from reading the paper with writing, hoping that good spirit after this Smile.

Something rarely happens before is listening for a loudly enough sound from a friend aside in room. What have you been up to?  because of holiday then trying to dig into the memory ? Sheila on Seven was the winner at this time. And everybody looks like  enjoying the holiday with keeping up themselves trough the laptop.

Tuesday, January 3, 2012

Interkalasi (Suatu Peristiwa Penyatuan) DNA

Terdapat berbagai cara bagi molekul (in case of Ligands) untuk berinteraksi dengan DNA. Ligan dapat berinteraksi dengan DNA dengan membentuk ikatan kovalen, ikatan elektrostatik atau interkalasi*diterjemahkan dari intercalation.

Interkalasi’  ini terjadi saat ligan dengan ukuran yang tepat dengan kimiawi alami tepat bersatu diantara pasangan basa DNA. Ligan ini umumnya bersifat polycyclic, aromatic dan planar, dan kemudian sering menjadi secercah asam nucleic. Hingga saat ini telah secara intensif dipelajari DNA intercalator termasuk didalamnya berberine, ethidium bromide, prolavine, daunomycin, doxorubicin dan thalidomide.

DNA intercalators digunakan dalam chemotherapeutic treatment untuk menghalangi terjadinya replikasi DNA di dalam pertumubuhan secara cepat pada sel kanker. Sebagai contoh misalnya pada dexorubicin (adriamycin) dan daunorubicin (keduanya digunakan dalam treatment Hodgkin’s lymphoma), dan dacttinomycin (digunakan pada  Wilms tumour, Ewing’s Sarcoma , rhabdomyosarcoma).

File:DNA intercalation.jpeg

merah menunjukan interkalator (ligan yang berinterkalasi), menyebabkan adanya perubahan ‘distorsi’

Untuk menyatukan intercalator diantara pasangan basa, DNA harus terbuka secara dinamis yakni membuka ruang diantara pasangan basanya dengan  “unwinding”  pelepasan.

Derajat dari keragaman unwinding bergantung pada intercalator; misalnya ethidium cation (bentuk ionic dari ethidium bromide yang ditemukan pada larutan encer) unwind DNA oleh sekitar 26°, dimana proflavine terlepas pada sekitar 17°. Unwinding ini menyebabkan terpisahnya, atau “muncul”, terciptanya suatu bukaan pada sekitar 0.34 nm (3.4 Å).  Unwinding ini menginduksi struktur lokal berubah terhadap rantai DNA, seperti pemanjangan rantai DNA atau puntiran dari pasangan basa.

Modifikasi struktural ini dapat memberikan suatu perubahan fungsional, seringkali terhadap ihibisi dari transkripsi, repikasi dan proses perbaikan DNA, yang menghasilkan suatu mutagen intercalator ampuh. Untuk alasan ini, DNA intercalator umumnya bersifat karsinogenik, seperti exo, 8,9 epoxide dari aflatoxin B1, acridines seperti proflavine atau quinacrine atau ethidium bromide.

Interkalasi sebagai suatu mekanisme interaksi antara cationic, planar, polycyclic aromatic system dari ukuran yang benar (pada urutan pasangan basa) menjadi kali diusulkan oleh Leonard Lerman pada 1961. suatu usulan mekanisme dari interkalasi adalah sebagai berikut:

  • Pada larutan isotonic encer
  • Cationic intercalator tertarik secara elektrostatik terhadap polyanionic DNA.

Pergantian ligan sodium dan atau kation magnesium yang selalu mengelilingi  DNA (untuk menyeimbangkan muatannya), membentuk ikatan elektrosatatik lemah dengan permukaan luar DNA. Dari posisi ini, ligan  kemudian dapat digeser kedalam lingkungan hydrophobic yang ditemukan diantara pasangan basa dan hilang dari lingkungan hidrofilik terluar yang mengelilingi DNA. Pasangan basa secara transien membentuk suatu bukaan terhadap energi yang diadsorbsi saat tumbukan dengan molekul pelarut.

Thursday, December 29, 2011

Safari 4

Saya senang hari Selasa malam bisa bertemu Mbk Lili, pergi ke hotel tempatnya menginap, mengajak anak-anak yang terisisa di Lab, Irma dan Cica. Hari ini feel so overwhelm sebab disaat merasa nggak punya uang, Irma membayar sisa hutangnya 9000 IDR saat makan dll, Cica membayar 30000 IDR saat meminjam untuk beli buku, Eh malamnya pas ke bertemu Mbk Lili, ia membayar hutang 100.000 IDR saat mengirim paket dll, padahal hutangnya kurang dari 100.000 tapi karena beliau kekeuh dan sepertinya juga lupa nominalnya berapa  jadi deal 100.000 IDR.  Juga senang bisa mengobrol dengan Mbk Lili yang cukup bijak dan memiliki pandangan yang bagus untuk masalah sosial…..

Safari 3

Hari Senin hari cuti bersama, tapi sayangnya susah sekali untuk bisa bertahan di dalam kosan. Tidak entah kenapa, tapi memang begitu hati saya berekecenderungan. Kalau di rumah orang tua saya masih bisa bertahan di rumah, apakah untuk menguras bak kamar mandi*entah hobi atau bagaimana, rasanya selalu gereget dengan kamar mandi yang kotor, bisa juga membakar sampah di halaman, menguras kolam ikan, masak, atau baca buku. Ya…. tapi lagi-lagi biasanya sekalipun cukup lama bertahan tetap saja sore hari saya mengajak anggota keluarga keluar, atau menelpon teman-teman untuk sekedar sharing dan menghabiskan keceriaan jika memungkinkan.

Hari Seninpun sama keadaannya, setelah ngoprek buku, buka laptop bbm etc tapi tetap saja akhirnya saya keluar lalu menginap di rumah Ade, karena sudah lama rasanya tidak mengiyakan ajakannya menginap. Tadinya saya menolak karena Mbk Lili yang dikira datang hari Senin, ternyata eh ternyata datang Selasa dan menginapnya di Hotel.

Sampai di kosan Ade, dan ditunjukan olehnya Fango si Anjing jenis Labrador yang terkulai lemah sedang diinfus, kabarnya kakinya mangalami lumpuh. Lucu juga yah….punya anjing tapi yang saya lihat mereka hanya menjadikannya pajangan saja, terkulai dikandang, terpagari, karena umumnya orang yang memelihara anjing care dengan anjingnya. Yah saya sendiri belum paham maksudnya punya anjing itu bagaimana, karena sejauh pengetahuan saya hingga saat ini anjing merupakan binatang yang dilarang, walaupun di Buku Friend Like Henry, anjinglah yang bisa membantu Henry untuk bisa bangkit seperti manusia normal dari autistiknya. Tapi kalau mau Flashback saya jadi stress sendiri saat masih kecil dulu dikejar-kejar anjing tetangga berkali-kali, pernah juga digigit. Huaaaaa…..

saya suka dengan kosan ade, dilantai 2, peredaran udaranya baik, bisa melihat pemandangan Bandung, bisa merasakan angin dan tidak sumpek. Bangunannya rapih, tegar dan bersih, ada 5 kamar di atas. Si Ade sedang menyetrika baju, tinggal 1 baju saat saya datang. Dia menikmati sekali hari libur di kosan, dengan menyetrika, tv dan bb. Dan saya datang kesana membawa bundel koreksian ujian, karena biasanya kalau sendirian saya merasa sumpek dan tidak bersemangat dalam bekerja. Mudah-mudahan suatu saat nanti saya bisa lebih stabil dan komitmen walaupun kesepian. Mungkin sedikit transisi karena liburan, aktivitas kuliah berkurang, aktivitas yang biasa saya lakukan di luar kampus juga berkurang dan karena satu dan lain hal belum bisa pulang. Padahal masih ada pekerjaan lain yang masih belum selesai namun itu diaaaaa…saya masih merangkak untuk bisa bekerja tanpa melihat wajah-wajah manusia.

Menjelang maghrib anjing jenis Labrador yang terkulai lesu di kandang itu--- mati, beberapa jam saja setelah saya sampai di kosan itu.